GHAZWUL FIKRI, Sebaiknya Waspada!!!

Irshad Manji, Terjangkit Psikopat, Sepatutnya Diobati!

Dr. H. Adian Husaini, M.A.

E-mail Print PDF

Irshad Manji, seorang tokoh penggerak dan praktisi lesbianisme datang lagi ke Indonesia, di bulan Mei 2012 ini. Berbagai rencana penyambutan kedatangannya sudah disiapkan di sejumlah kota. Kabarnya, ia akan meluncurkan buku terbarunya, Allah, Liberty & Love, dalam edisi Indonesia. Irshad Manji memang lesbian ”nekad”. Logikanya, lesbian tidak bangga dengan kelainan seksual yang dideritanya.
Tapi, aktivis liberal Nong Darol Mahmada pernah menulis artikel di Jurnal Perempuan (edisi khusus Lesbian, 2008) berjudul:Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad. Katanya: ”Manji sangat layak menjadi inspirasi kalangan Islam khususnya perempuan di Indonesia.”

DAPATKAN BEASISWA




MAHASISWA BARU 2012/2013 PRODI USHULUDDIN MENDAPATKAN BEASISWA UNGGULAN MUHAMMADIYAH





Program Studi Perbandingan Agama (ushuluddin) UMS bekerjasama dengan Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran mulai Tahun Akademik 2012 membuka Program Pendidikan Kader Ulama dan Mubaligh Muhammadiyah dengan  beasiswa penuh (Beaya Pendidikan dan Beaya Asrama) kapasitas maksimal 15 orang.
Program ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan calon ulama, mubaligh dan  dai Muhammadiyah, khususnya serta umat Islam pada umumnya. Lulusan ini akan ditugaskan selama setahun sebagai tenaga dari khusus Muhammadiyah di daerah seluruh Indonesia dengan gaji/honor 1.000,000 sd 1.500.000  per-bulan dibawah koordinasi Divisi Dakwah Khusus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Pendaftaran melalui Program Pondok Shabran via PWM dan PDM seluruh Indonesia. Persyaratan : (1) Lancar membada Al-Quran, diutamakan yang memiliki hafalan dan mampu menterjemahkan (tafsir), (2) memiliki kemampuan bahasa Arab setingkat Madrasah Aliyah, (3) Kader Persyarikatan ditunjukkan dengan KTA atau rekkomendasi dari Pimpinan Persyarikatan (PWM, PDM atau PCM) dan Ortom. Karena quota terbatas maka akan diadakan seleksi yang ketat melalui Ujian Masuk yang dirancang khusus oleh Tim PP Muhammadiyah untuk Pondok Shabran.
Disamping itu, dibuka juga program Beasiswa Unggulan Muhammadiyah yang disediakan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta bagi kader persyarikatan Muhammadiyah yang mendaftar melalui Program ODS (One Day Service) ADMISI PMB UMS 2012 serta lolos saringan tes wawancara. Lulusan program ini apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan Divisi Dakwah KHusus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dapat diikutsertakan sebagai tenaga Dai Khusus sebagaimana program Pondok Shabran di atas. (Sy.H.)

Muhammadiyah

Tasâmuh: Dulu dan Kini 
Oleh: Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I.
*Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah*

Baik secara konsep maupun aplikasi dalam sejarah, Islam mengajarkan toleransi yang luhur atas dasar tanggungjawab di hadapan Allah SWT. Al-Quran mengajarkan: "*Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena
itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tak kan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.*"( QS Al-Baqarah:256).  "*Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka
sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan." (*QS. Al-An'am:108)
Prinsip-prinsip keadilan dan apresiasi yang tinggi terhadap fakta pluralitas masyarakat telah menjadikan masyarakat profetik Madinah tampil melampaui zamannya yang sarat dengan tribalisme Arab. Terhadap hak-hak non muslim * dzimmi*, Rasulullah saw bersabda: "*Barang siapa menzalimi non muslim yang
terikat perjanjian dengan Islam, menghinakannya, membebaninya di luar batas kemampuannya, atau mengambil hartanya tanpa kerelaannya maka, akulah lawannya pada hari kiamat kelak"* (HR Abu Dawud). "*Barangsiapa membunuh sesorang dari ahli dzimmah, ia takkan mendapatkan wangi surga, padahal
wanginya bisa didapatkan dari jarak perjalanan selama tujuhpuluh tahun"* (HR.Nasa'i).
Sikap toleran dan ketegasan dalam prinsip-prinsip Islam pernah ditunjukkan oleh KH Ahmad Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah yang kini memasuki usianya ke-102 tahun. Afiliasi dan keberpihakannya kepada Islam sangatlah jelas. Dalam konteks hubungan antar agama dan umat beragama beliau bukanlah
pengusung faham Pluralisme ataupun sekularisme.  Bahkan menurut Alwi Shihab, Muhammadiyah didirikan justeru sebagai respon terhadap praktek keagamaan yang menyimpang, gerakan Kristenisasi dan gerakan Freemason yang mengusung slogan kebebasan dengan jargonnya : *liberty, egality* dan *fraternity.*(Alwi
Shihab:1998).* *Tidak dinafikan, KH Ahmad Dahlan merupakan sosok yang berpikiran maju, terbuka dan toleran. Hal tersebut membuat Dokter Soetomo, seorang elite priyayi Jawa dan salah seorang pemimpin Budi Utomo kepincut dengan Muhammadiyah dan bersedia menjadi advisor *Hooft Bestuur*  Muhammadiyah masa itu. Beliau juga sering berdialog pemuka agama Kristen. Diantaranya ialah;
Pastur van Lith, Pastur van Driesse dan Domine Bekker. Keterbukaan beliau memang luar biasa, namun perlu dicatat secara adil sikap tegas KH Ahmad Dahlan dalam beraqidah. Dalam dialognya bersama KH Ahmad Dahlan, Domine Bekker selalu berbelit-belit dan tidak mau mengakui kekalahannya dan akhirnya pendiri Muhammadiyah ini mengajukan tantangan kepada pemuka Kristen untuk keluar dari agama masing-masing lalu mencari dan menyelidiki agama masing-masing. 
Demikian pula dialog terbuka Kyai Dahlan dengan seorang pemuka gereja, Dr. Lamberton yang akhirnya berujar, "*Maaf, saya tetap berpegang kepada agama jang dipeluk oleh nenek mojang saya, karena ini menjadi kewajiban saya. *(Yusron Asrofi:*Kyai AhmadDahlan: Pemikiran & Kepemimpinannya, 2005*).
Pada 1969, tokoh Muhammadiyah KH Ahmad Azhar Basyir, MA menyampaikan kuliah tentang Muhammadiyah di Akademi Kateketik Katolik Yogyakarta. Secara tulus Kyai Azhar Basyir menyampaikan ucapan terima kasih, bahkan merasa mendapat kehormatan dengan undangan dari Institusi Katolik tersebut. Ketika itu, Kyai Azhar Basyir menyampaikan ceramah dengan judul: "*Mengapa Muhammadiyah berjuang menegakkan tauhid jang murni?".*
Kata Sang Kyai, "Karena Muhammadijah yakin benar-benar, dan ini adalah keyakinan seluruh umat Islam, bahwa tauhid jang murni adalah ajaran Allah sendiri. Segala ajaran jang bertendensi menanamkan kepercayaan "Tuhan berbilang" bertentangan dengan ajaran Allah. Dan oleh karena keyakinan
"Tuhan berbilang" itu menyinggung keesaan Tuhan jang mutlak, maka keyakinan "Tuhan berbilang" itu benar-benar dimurkai Allah.  Tauhid murni mengajarkan keesaan Tuhan secara mutlak. Kepercayaan bahwa sesuatu atau seseorang selain Allah mempunjai sifat ke-Tuhanan, disebut "syirik". Syirik adalah perbuatan dosa terbesar jang tidak diampuni Allah.".
Sikap toleran, keterbukaan dan keteguhan iman KH Ahmad Dahlan, dan KH Ahmad Azhar Basyir terbaca di atas seharusnya menjadi referensi keteladanan yang otentik dalam merumuskan sikap toleransi antar umat beragama di Indonesia, terkhusus* *Pimpinan dan warga Persyarikatan Muhammadiyah. Segala hal yang
potensial meruntuhkan bangunan aqidah dan iman seorang muslim mesti disikapi secara tegas, adil dan beradab. Ketegasan sikap secara beradab dalam menjaga akidah umat Islam, tidak perlu dirisaukan. Apalagi disalahpahami sebagai sikap ekslusif yang akan melahirkan radikalisme keagamaan.
Tentang ucapan "Selamat hari Natal*"  dan hukum mengikuti Perayaan Natal Bersama, umpamanya, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan fatwa yang persis sama dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia. Di antara kandungan Fatwa tersebut ialah: "Umat Islam diperbolehkan untuk bekerjasama dan bergaul dengan umat-umat agama-agama dalam masalah-masalah keduniaan serta tidak boleh mencampuradukkan agama dengan aqidah dan peribadatan agama lain seperti meyakini Tuhan lebih dari satu, Tuhan mempunyai anak dan Isa Al-Masih itu anaknya. Orang yang meyakininya dinyatakan kafir dan musyrik. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang *syubhat* dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan.
Dalam konteks ini, perayaan Natal di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkara-perkara akidah tersebut di atas. Karenanya, mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam hukumnya *haram*. Demikian pula mengucapkan Selamat Natal merupakan bagian langsung dari perkara *syubuhat* yang dianjurkan untuk tidak dilakukan.(*Fatwa-Fatwa Tarjih*, Cetakan VI, 2003, hal. 209-210).
Di antara keputusan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah yang termuat dalam  *Berita Resmi Muhammadiyah, No 01/2010-2015 Syawwal 1431/September 2010, hal.238 *dinyatakan
sebagai berikut: "Muhammadiyah menerima pluralitas agama tetapi menolak pluralisme yang mengarah pada sinkretisme, sintesisme, dan relativisme. Karena itu, umat Islam diajak untuk memahami kemajemukan agama dan keberagamaan dengan mengembangkan tradisi toleransi dan koeksistensi (hidup berdampingan secara damai). Dengan tetap meyakini kebenaran agamanya masing-masing, setiap individu bangsa hendaknya menghindari segala bentuk pemaksaan kehendak, ancaman dan penyiaran agama yang menimbulkan konflik antar pemeluk agama. Pemerintah diharapkan memelihara dan meningkatkan
kehidupan beragama yang sehat untuk memperkuat kemajemukan dan persatuan bangsa."
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, Pedoman Hidup Islami (PHI) bagi warga Muhammadiyah menuntunkan bahwa, Islam mengajarkan agar setiap muslim menjalin persaudaraan dan kebaikan dengan sesama seperti dengan tetangga maupun anggota masyarakat lainnya masing-masing dengan memelihara hak dan kehormatan baik dengan sesama muslim maupun dengan non-muslim, dalam hubungan ketetanggaan...Dalam bertetangga dengan yang berlainan agama juga diajarkan untuk bersikap baik dan adil, mereka berhak memperoleh hak-hak dan kehormatan sebagai tetangga, memberi makanan yang halal dan boleh pula menerima makanan dari mereka berupa makanan yang halal, dan memelihara toleransi sesuai dengan prinsi-prinsip yang diajarkan Agama Islam. *Wallahu a'lam bil-shawab.* (***)

METODOLOGI GERAKAN MUHAMMADIYAH

Sebagai pengayaan materi Kemuhammadiyahan khususnya Bab IV dengan judul Unsur Pembantu Pimpinan, yang semestinya didahului oleh pembahasan tentang sistem organisasi Muhammadiyah, maka berikut ini disajikan tulisan yang menjelasan tentang sistem organisasi tersebut dengan judul METODOLOGI GERAKAN MUHAMMADIYAH. (silahkan Download)

Popular Posts

Gold Fret mantan Pendeta : “Eli, Eli, lama sabakhtani?” mengantarnya kepada Hidayah Islam

AYAH saya seorang pastor atau pendeta dalam agama Kristen Katolik. Beliau mengajarkan Alkitab (Injil) pada saya sejak saya masih kecil dengan harapan agar saya menjadi penerus cita-citanya di kemudian hari. Saya belajar Alkitab pasal demi pasal dan ayat demi ayat dengan seksama. Berkat bimbingannya, saya betul-betul memahami kandungan dan tafsiran Alkitab. Sejak saya berumur empat belas tahun, saya diberi kepercayaan berceramah di gereja pada setiap hari Minggu dan hari-hari keagamaan Kristen lainnya. Setelah saya banyak membaca Alkitab, banyak saya dapatkan kejanggalan-kejanggalan di dalamnya. Dalam Alkitab, antara pasal satu dan pasal lainnya banyak terjadi pertentangan, dan banyak ajaran gereja yang bertentangan dengan isi Alkitab.

Misalnya, Yohanes pasal 10 ayat 30, menerangkan bahwa Allah dan Yesus (Isa) bersatu, yaitu, “Aku dan Bapa adalah satu.” Sedangkan, pada Matius pasal 27 ayat 46 menjelaskan bahwa Yesus dan Allah berpisah, yaitu, “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” ‘Artinya, “Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”

Dalam ajaran gereja, seorang bayi yang lahir akan membawa dosa warisan dari Nabi Adam dan 1bu Hawa. Juga, bayi yang mati sebelum dibaptis tidak akan masuk surga. Ajaran ini bertentangan dengan Alkitab Yehezkiel pasal 18 ayat 20 dan Matius pasal 19 ayat 14 menerangkan bahwa manusia hanya menanggung dosanya sendiri, tidak menanggung dosa orang lain. Bayi yang meninggal sebelum dibaptis akan masuk surga, karena anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang yang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan orang yang fasik akan menanggung akibat kefasikannya.

Sementara, pada Matius 19 ayat 14 Yesus berkata, “Biarlah anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang padaku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang mempunyai Kerajaan Surga.”

Dengan semua itu saya merasa bimbang. Injil mana yang harus saya ikuti, sedangkan semuanya kitab suci? Dan apakah ajaran gereja yang harus saya ikuti, sedangkan ajarannya bertentangan dengan Alkitab ?

Saya ragu dengan keautentikan Alkitab, karena kalau Injil yang ada sekarang ini asli, tidak mungkin satu sama lain saling bertentangan. Saya juga ragu dengan kebenaran ajaran gereja karena kalau ajaran gereja itu benar, tidak mungkin bertentangan dengan kitab sucinya.

Karena mendapatkan kejanggalan dalam Alkitab dan pertentangan ajaran gereja dengan kitab sucinya, saya menjadi enggan membaca Injil dan buku buku agama (Kristen), karena saya yakin tidak akan mendapat kebenaran dalam Kristen.

Mendengar Bacaan Al-Qur’an

Pada suatu hari saya berjalan di dekat masjid. Tiba-tiba saya gemetar dan tidak bisa berjalan disebabkan mendengar suara dari dalam masjid. Setelah saya pulang ke rumah, saya bertanya pada teman-teman tentang suara yang saya dengar itu. Tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang tahu tentang suara itu.

Setelah keesokan harinya saya bertanya pada teman sekolah yang beragama Islam, dia menjelaskanbahwa “suara” yang saya dengar di dalam masjid adalah suara orang membaca A1-Qur’an. Kemudian saya bertanya, “Apa sih, Al-Qur’an itu?” Dia menjawab, “Al-Quran itu kitab suci umat Islam.” Kemudian saya meminta Al-Qur’an padanya. Tetapi dia tidak memberikan dengan alasan saya tidak punya wudhu.

Setelah saya pulang dari sekolah, saya langsung mencari orang yang beragama Islam untuk meminjam A1-Qur’an. Akhirnya saya berjumpa dengan orang Islam yang bernama Abdullah. Ia keturunan Arab. Lalu saya pinjam Al-Qur’an padanya dan saya jelaskan padanya bahwa saya beragama Katolik dan ingin mempelajari Al-Qur’an. Dengan senang hati ia meminjamkan saya terjemahan Al-Qur’an dan riwayat hidup Nabi Muhammad saw..

Saya baca Al-Qur’an ayat demi ayat dan surat demi surat. Saya pahami kalimat demi kalimat dengan seksama. Akhirnya saya berkesimpulan, hanya Al-Qur’anlah satu-satunya kitab suci yang asli dan hanya Islamlah satu-satunya agama yang benar.

Al-Qur’an membahas persoalan ketuhanan dengan tuntas, bahasanya mudah dipaharni, dan argumentasinya rasional. Di samping itu, Al-Qur’an juga membahas tentang Nabi Isa (Yesus) sejak sebelum dikandung, dalamn kandungan, waktu dilahirkan, masa kanak-kanak dan remaja, mukjizatnya, dan kedudukannya sebagai Rasul Allah, bukan anak Allah.

Sejak mendapatkan kebenaran Islam, saya mempunyai keinginan yang kuat untuk memeluk agama Islam. Singkat cerita, kemudian saya datang menjumpai Abdullah dan saga jelaskan keinginan saga padanya.

la menyambut hasrat saya itu dengan hati ikhlas, dan ia membimbing saya membaca dua kalimat syahadat. Setelah menjadi seorang muslim, nama saya diganti menjadi Dzulfikri. Kemudian saya belajar pada Abdullah tentang hal-hal yang diwajibkan dan yang dilarang dalam Islam.

Setelah itu saya mondok di sebuah pesantren. Di situ saya belajar agama selama satu tahun. Kemudian saya pindah ke kota Malang, Jawa Timur. Di kota ini saya terus menuntut ilmu agama sambil kuliah.

Oleh A. Wadud N./Albaz – dari Buku “Saya memilih Islam” Penyusun Abdul Baqir Zein, Penerbit Gema Insani Press website : http://www.gemainsani.co.id/ oleh Mualaf Online Center (MCOL)